Geolistrik (Geoelectric) Penentuan Titik Pengeboran Sumur

geolistrik

geolistrik

Geolistrik (Geoelectric) Penentuan Titik Pengeboran Sumur

Penentuan titik air tanah dapat dilakukan di permukaan atau di bawah permukaan dengan menggunakan metode geolistrik. Sedangkan untuk interpretasi gambaran air tanah dapat dilakukan dengan menggunakan metode interpretasi data geolistrik dc (Torok 2001).
Sebelum menentukan titik pengeboran dilakukan survey dengan metode geolistrik. Yaitu untuk mencari cekungan air (akuifer) di dalam tanah, sehingga dapat ditentukan tahanan jenis. Yang dapat disesuaikan dengan kontur tanah / jenis batuan yang merupakan sumber air (menggunakan teknik resististivity), sehingga dapat ditentukan keberadaan air.

Pada umumnya proses air tanah terbentuk karena meresapnya air dari permukaan ke dalam lapisan batuan. Air permukaan yang mengalami proses peresapan akan bergerak bebas mengikuti dan mengisi pori – pori dan rongga  batuan tersebut.

Kapasitas air tanah yang terkandung pada suatu perlapisan batuan tergantung kepada :

    • kepadatan
    • umur batuan
    • susunan butiran
    • ukuran butiran batuan.

Pemerataan dan penyebaran air tanah dapat dideskripsikan secara vertikal dan horisontal sesuai dengan penyebaran formasi batuan yang sanggup menyimpan dan pembawa air (permeable) atau yang disebut akuifer. Akuifer sangat dipengaruhi oleh tingkat porositas dan permeabilitas batuan itu sendiri. Lapisan batuan yang tidak mampu mengalirkan air disebut lapisan kedap (impermeable). Sedangkan lapisan batuan yang tidak mampu menyimpan dan meloloskan air tanah disebut akuifug.

Kebutuhan  air  merupakan  kebutuhan  pokok  semua  kehidupan, baik untuk kebutuhan sehari – hari, pertanian, perindustrian dan lain – lain. Karena pertumbuhan penduduk meningkat, kebutuhan air juga ikut meningkat. Untuk memenuhi  kebutuhan air tersebut diharapkan  dengan cara melakukan pengeboran dalam. Untuk mendapatkan hasil yang lebih baik, perencanaan pengeboran perlu ditunjang dengan kajian studi geofisika, yaitu pendugaan  geolistrik. Pendugaan untuk mempelajari sifat fisika batuan terhadap arus listrik.

Sifat Batuan Dalam Menghantarkan Listrik

Karena pada dasarnya semua batuan berbeda sifatnya dalam menghantarkan arus listrik, tergantung beberapa faktor antara lain :

  • kerapatan batuan
  • porositas dan permeabilitas
  • bentuk dan ukuran pori
  • umur batuan
  • kandungan elektrolit

Pendugaan geolistrik pada dasarnya memanfaakan sifat kelistrikan pada suatu formasi batuan terhadap arus listrik yang diinjeksikan searah ke dalam  bumi melalui dua elaktroda arus pada dua titik permukaan bumi kemudian mengukur beda potensial yang terjadi pada dua titik lain di permukaan bumi. Kedua elektroda potensial ditempatkan berdasarkan susunan konfigurasi elektroda tertentu. Untuk kajian yang tepat studi ini adalah konfigurasi Schlumberger. Konfigurasi elektroda Schlumberger  menempatkan susunan elektroda dimana dua elektroda (MN) ditempatkan diantara dua elektroda arus (AB). Pada saat pengukuran, elektroda arus (AB) dan elektroda potensial (MN) akan dipindah sesuai dengan jarak yang telah ditentukan, yaitu jarak elektroda (MN/2)< 1/5 jarak elektroda arus (AB/2).

Pada dasarnya pendugaan geolistrik ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai penyebaran lapisan batuan yang sanggup menyimpan dan membawa air (akuifer). Selain itu pendugaan geolistrik akan memberikan gambaran susunan lapisan batuan di bawah permukaan tanah seperti ketebalan, kedalaman, jenis batuan, dan penyebaran batuan sehingga nantinya akan membantu perencanaan pengeboran.

Tahap Interpretasi dan Analisa Potensi Air dari hasil survey geolistrik

Dalam melakukan interpretasi dan menganalisa potensi air tanah daerah penyelidikan dengan cara beberapa tahap, yaitu:

  • Tahap pertama :

    Mengevaluasi peta geologi, peta hidrogeologi, peta rupa bumi serta mengidentifikasi kondisi airtanah baik dari sumber mata air maupun dari sumur penduduk.

  • Tahap kedua :

    Dengan melakukan pendugaan geolistrik metode Resistivity  untuk mengetahui susunan satuan batuan yang mampu menyimpan dan sebagai lapisan pembawa air (akuifer).

Pendugaan geolistrik merupakan survei untuk mengetahui penyebaran batuan di bawah permukaan tanah  secara tegak maupun mendatar yang dapat bertindak sebagai akuifer (lapisan pembawa air) dan menentukan  titik sumur bor di lokasi penyelidikan.

Adapun peralatan yang digunakan dalam penyelidikan uji geolistrik adalah :

  • Resistivitimeter NANIURA NRD 300 HF
  • Elektroda arus yang terbuat dari stainless
  • Ektroda potensial terbuat dari tembaga
  • Palu atau martil
  • Kabel arus dan kabel potensial
  • Kamera digital/hand phone
  • Alat komunikasi / Handy Talky
  • Kompas dan GPS (koordinat dan elevasi) dan alat penunjang lainnya.

Penyelidikan pendugaan geolistrik dilakukan atas dasar sifat fisika batuan terhadap arus listrik, dimana setiap jenis batuan yang berbeda akan mempunyai harga tahanan jenis yang berbeda pula.

Hal ini tergantung pada beberapa faktor, diantaranya :

  • umur batuan
  • kandungan elektrolit
  • kepadatan batuan
  • jumlah mineral yang dikandungnya
  • porositas
  • permeabilitas dan lain sebagainya.

Berdasarkan hal tersebut di atas apabila arus listrik searah (Direct Current) dialirkan ke dalam tanah melalui 2 (dua) elektroda arus A dan B, maka akan timbul beda potensial antara kedua elektroda arus tersebut. Beda potensial ini kemudian diukur oleh pesawat penerima (receiver) dalam satuan miliVolt.

Dalam penyelidikan geolistrik ini telah digunakan susunan elektroda dengan menggunakan susunan aturan Schlumberger  dimana kedua elektroda potensial MN selalu ditempatkan diantara 2 buah elektroda arus.

Susunan elektroda menurut aturan Schlumberger

Susunan elektroda menurut aturan Schlumberger

Pada setiap pengukuran, elektroda arus AB selalu dipindahkan sesuai dengan jarak yang telah ditentukan, sedangkan elektroda potensial MN hanya bisa dipindahkan pada jarak-jarak tertentu dengan syarat bahwa jarak MN/2 ³ 1/5 jarak AB/2.

Oleh karena jarak elektroda selalu berubah pada setiap pengukuran, maka Hukum Ohm yang digunakan sebagai dasar setiap penyelidikan geolistrik dalam memperoleh harga tahanan jenis semu harus dikalikan dengan faktor jaraknya (K-Factor).  Sehingga rumus untuk memperoleh harga tahanan jenis semu dapat ditulis sebagai berikut :

r= p.{(AB/2)2 – (MN/2)2}/MN. DV/I

dapat ditulis juga sebagai :

ra = K ΔV/I

dimana :

  • r a     = Tahanan jenis semu
  • K        = Konstanta faktor geometrik,
  • (K = p.{ (AB/2)2 – (MN/2)2 }/MN)
  • DV      = Beda potensial yang diukur (volt)
  • I         = Besar arus yang digunakan (Ampere)
  • AB      = Jarak elektroda arus AB (meter)
  • MN     = Jarak elektroda potensial MN (meter)
Tabel Korelasi Tahanan Jenis

Tabel Korelasi Tahanan Jenis

(Sumber : Keller dan Frischknecht 1966, Daniels dan Alberty 1966, Telford et al,. 1990 dalam loke 2004)

Setelah peralatan telah tersedia, langkah awal untuk pengukuran adalah menggunakan peta geologi dan peta topografi, hal ini bertujuan untuk menentukan lintasan pengukuran dan base station yang telah diketahui harga percepatan gravitasinya.

Ada beberapa parameter lain yang dibutuhkan juga dalam penentuan base station, lintasan pengukuran dan titik ikat :

  • letak titik pengukuran harus jelas dan mudah dikenal
  • lokasi titik pengukuran harus dapat dibaca dalam peta
  • lokasi titik pengukuran harus mudah dijangkau serta bebas dari gangguan kendaraan bermotor/ mesin
  • lokasi titik pengukuran harus terbuka sehingga GPS mampu menerima sinyal dari satelit dengan baik tanpa ada penghalang.

Jasa Pengeboran Sumur Artesis

Kontraktor Sumur Bor Artesis untuk Industri, Hotel, Perumahan dll
Didukung Ahli Berpengalaman
Hubungi : 085100444877
Mengatasi Masalah Air, Sumur Tercemar, Bau, Keruh, Kuning, dll
GARANSI !

Leave a Reply